Kesaktian dan Kesetiaan Pendekar Puting Beliung

Apresiasi Budaya Edukasi Seni Rupa Seni Rupa Nusantara

 304 total views,  4 views today

Foto : Hermanto / Pendekar Puting Beliung (Sumber: dok)

FenomenaBudayaNusantara.com — Pameran Virtual Berlangsung Terus Menerus —
Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km perjam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. Orang awam menyebut angin puting beliung adalah angin Leysus, di daerah Sumatera disebut Angin Bohorok dan masih banyak sebutan lainnya.

Foto : Pendekar Puting Beliung (Lukisan ilustrasi ) Karya : Bsmbang SBY

Angin jenis lain dengan ukuran lebih besar yang ada di Amerika yaitu Tornado mempunyai kecepatan sampai 320 km perjam dan berdiameter 500 meter. Angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pancaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya, karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

Foto : Cicca Pendekar Puting Beliung (Sumber : Kepaksian Hanggum Jejama)

Angin puting beliung biasa disebut juga sebagai topan atau tornado. Ini merupakan pusaran angin tropis yang terbentuk di sekitar laut khatulistiwa, namun sering berembus sejauh ribuan kilometer, menyapu sejumlah daerah dengan kerugian yang amat besar.

Beberapa daerah di Jawa menyebut angin ini dengan istilah berbeda, seperti angin ribut, angin puyuh, atau sirit batara seperti yang dikenal di Ciamis, Jawa Barat.

Foto : Pendekar Puting Beliung (Sumber : Kepaksian Hanggum Jejama/dok)

Mengapa disebut angin puting beliung? Banyak sumber menyebutkan, sebutan puting beliung berasal dari nama alat pertukangan tradisional yang menyerupai kampak, terbuat dari batu atau besi Bagian pangkal dari mata beliung itu bentuknya runcing oleh sebab itu disebut puting. Oleh karena bentuk putaran tornado yang meruncing di bagian pangkal beliung, maka muncullah julukan angin puting beliung. Dahsyatnya angin Puting Beliung bergerak berputar menghujam cepat menuju sasaran yang tepat

Foto : Hermanto / Pendekar Puting Beliung / Sumbet : dok Kepaksian Hanggum Jejama. 

Cicca Kesetiaan Sang Pendekar Puting Beliung

“Puniakan Beliau, Gugukh Gunung Langok Lawok, Sikam Hulu Balang Paksi Mak Kisikh Jak Jenganan, nihhan SaiBatin, Kenna Culik, Kenna Jubil, Kenna Tilut, Khattina Sikam Khadu Mati Mejadi Bakkai Khila Mati Makngedok Kubukhan Meliyom Pitu Ketukhunan”_.

Artinya :

“Pernyataan kesetiaan Pendekar Puting Beliung terhadap Saibatin Puniakan Dalom Beliau. Bagaimanapun situasi dan kondisinya, sebesar apapun tantangannya, kami para Pendekar Hulu Balang Paksi tidak akan bergeser sedikitpun dari kedudukan kami sebagai pengawal dan penjaga kehormatan serta fisik Sultan/Saibatin Raja Adat di Kepaksian, bahwa segala persoalan yang menyangkut Saibatin, kami para Pendekar Hulu Balang Paksi akan melakukan tindakan tanpa perintah dari Saibatin, kami Pendekar Hulu Balang Paksi akan bergerak di garda terdepan untuk melindungi kehormatan dan keselamatan Saibatin. Bilamana kehormatan dan keselamatan Saibatin terganggu, itu berarti karena kami para Pendekar Hulu Balang Paksi telah Mati dan rela menanggung Malu sampai 7 keturunan”. Cicca Pendekar Puting Beliung. (FBN/Bambang SBY)

Foto : Cicca Pendekar Puting Beliung (Sumber : Kepaksian Hanggum Jejama)

Keterangan :

Pendekar Putting Beliung adalah para pendekar khusus jamma bani orang berani yang bertugas di posisi Ring 1 (satu) dari Sultan/Saibatin Raja Adat Dikepaksian. Pasukan Putting Beliung adalah pengawal terdekat daripada Keluarga Sultan/Saibatin Raja Adat Dikepaksian Putra, Putri Dan Ratu Sultan/Saibatin Raja Adat Dikepaksian. Dan Pasukan Putting Beliung ini tidak ada yang bisa mengendali dan memerintahkannya kecuali Sultan/Saibatin Raja Adat Dikepaksian. Putting Beliung dengan perangkat adat yang lainnya termasuk pengapungan Batin/Kampung Batin sifatnya komunikasi, koordinasi penyampaian pesan dari Sultan/Saibatin Raja Adat Dikepaksian.

Sumber : Kepaksian Hanggum Jejama

Pameran Virtual Berlangsung Terus Menerus
Tema: Fenomena Budaya Nusantara
Kooperatif: Dewan Kesenian Lampung (DKL) bersama Pa’DeWo Anugerah Shaketi (PAS)

Spesifikasi Karya :

Judul Karya : Pendekar Puting Beliung
Model : Cicca Pendekar Puting Beliung
Karya : Bambang SBY
Ukuran : 50 Cm x 65 Cm
Standar Internasional (L/ 15)
Bahan : Cat Air Permanen diatas kanvas

Deskripsi karya

Pendekar adalah orang yang memiliki keahlian dalam seni bela diri dan menggunakan keahliannya tersebut untuk membela kebenaran, menjalankan amanah dari Raja/Ratu, dengan menjaga berjuang gigih sepenuh jiwa raga, membela orang lemah dan tertindas, atau menegakkan keadilan dengan menentang sebuah kekuatan penindas.
Tangguh sukar dikalahkan; kuat; dan andal

Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. Orang awam menyebut angin puting beliung adalah angin Leysus, di daerah Sumatera disebut Angin Bohorok dan masih ada sebutan lainnya. Angin jenis lain dengan ukuran lebih besar yang ada di Amerika yaitu Tornado mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter. Angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pancaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya, karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar. Angin puting beliung berputar dari delapan penjuru angin membentuk kerucut menempur tepat sasaran.

Keterangan Pameran :
Dimensi karya dibutuhkan satu ruang yang cukup luas, dan atap ruangan berbentuk kubah (dome)

Taman Pustaka :
Hanuang Bani (Rocky mountain goat)
Tanaman yang tumbuh digunung/Pendekar Puting Beliung/Angin Puting Beliung/Exhibition room /Dome/net

Keterangan Bahan :
Media: Aquarel permanen di atas kanvas diracik sendiri dari pigmen organik dan anorganik dan binder bebahan organik berbasis air, dihasilkan dari hutan dan sumber alam di Lampung Sumatera. cat berbasis air yang mengandung pigmen dari kopi dipergunakan sebagai pengantarnya. Keistimewaan kopi menimbulkan efek yang memiliki karakter sangat kuat, dengan teknik khusus cat air dari bahan organik menghasilkan efek tampilan sangat lembut alami dan betkarakter sangat kuat, sekasar kulit badak.

Menyatunya cat air dengan kanvas akibat daya kapiler juga sangat membantu kekuatan warna pada lukisan yang diperkuat perlindungannya, dengan menggunakan laquer coating, dengan teknik glasir dan sepuh, berefek membiaskan warna yang unik, sekaligus menyatukan kanvas dengan cat, sampai kedalam pori-pori kain, menjadi satu kesatuan permanen yang tidak retak dan terkupas.
Bahan ini memiliki ketahanan yang bebas perawatan ramah lingkungan dan dalam gelap masih terlihat lukisannya. Hemat energi tanpa penerangan lampu. Untuk melukis dengan media berbasis air (cat air) dibutuhkan penguasaan teknik yang prima, apalagi lukisan dibuat dengan karakter asli yang sangat kuat dan memiliki pamor sesuai dengan anergie dari obyek lukisannya.
Bahan ini bersifat elastis dan tidak mudah patah bila digulung, setebal apapun tetap menyatu dengan kanvas, lukisan diberi perlindungan pada bagian depan dan belakang lukisan. (Metode Bambang SBY)

Virtual Exhibition Continues
Theme: Phenomenon of Nusantara Culture
Cooperative: Lampung Arts Council (LAC) with Pa’DeWo Anugerah Shaketi (PAS)

Work Specifications:

Title of work: Tornado Swordsman
Model: Cicca Tornado Swordsman
Works: Bambang SBY
Size: 100 cm x 75 cm
Material: Permanent Watercolor on canvas.

Description of the work

A swordsman is a person who has expertise in martial arts and uses his expertise to defend the truth, carry out the mandate of the King / Queen, by keeping his heart and soul striving, defending the weak and oppressed, or enforcing justice by opposing an oppressive force
Tough is hard to beat; strong; and reliable

A tornado is a wind that rotates with a speed of more than 63 km / hour moving in a straight line with a maximum duration of 5 minutes. Ordinary people call the whirlwind the Leysus wind, in Sumatra it is called the Bohorok Wind and there are still other names. Another type of wind with a larger size in America, namely the Tornado, has a speed of up to 320 km / h and a diameter of 500 meters. Whirlwinds often occur during the day or evening during the transition season. This wind can destroy anything it hits, because with its vortex, objects that have been passed are lifted and thrown. A tornado rotates from the eight corners of the wind to form a cone to hit the target.

Exhibition Description:
The dimensions of the work require a room that is large enough, and the roof of the room is in the form of a dome (dome).

Library Park:
Hanuang Bani (Rocky mountain goat) / Plants that grow on mountains / Swordsman of Whirlwind / Whirlwind / Exhibition room / Dome / net

Material Description:
Media : Permanent aquarel on canvas is formulated by itself from organic and inorganic pigments and water-based organic binders, produced from forests and natural sources in Lampung, Sumatra. Water-based paints containing pigments from coffee are used as intermediates. The specialty of coffee has an effect that has a very strong character, with a special technique of watercolor made from organic materials, it produces a very soft, natural appearance effect and has a very strong character, as rough as rhino skin.

The combination of watercolor with canvas due to capillary power also greatly helps the strength of color in a painting which is strengthened by its protection, by using a laquer coating, with a glaze and gilding technique, which has the effect of refracting a unique color, as well as combining the canvas with the paint, down to the pores of the fabric, into one permanent unit that does not crack and peel.
This material has an environmentally friendly maintenance-free resistance and the painting can still be seen in the dark. Save energy without lighting. To paint with water-based media (watercolor), excellent technical mastery is required, especially when paintings are made with very strong original characters and have prestige according to the anergie of the object of the painting.
This material is elastic and does not break easily when rolled, no matter how thick it remains with the canvas, the painting is protected on the front and back of the painting. (Bambang SBY’s method)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *